Agroindustri Gula Merah Tebu : Analisis Produksi, Pemasaran, dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Pada Usaha Haeruddin di Kabupaten Bone

Authors

  • Andi Anna Maemunah Dinas Pertanian Bombana
  • Ummy Qalsum universitas syiah kuala
  • Muh.Haidir Hakim universitas Haluoleo
  • Aditya Arief Rachmadhan universitas pembangunan nasional veteran jawa timur

DOI:

https://doi.org/10.55606/isaintek.v8i2.347

Keywords:

Environmental Impact, Household Industry, Marketing, Production, Sugarcane Brown Sugar, Sustainability

Abstract

This study aims to analyze the production process, marketing strategies, and environmental impacts of sugarcane brown sugar agroindustry at the household scale, using the Haeruddin enterprise located in Latellang Village, Patimpeng District, Bone Regency as a case study. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The results show that the enterprise manages approximately 50 hectares of sugarcane land with productivity ranging from 30–60 tons per hectare, which is below the national average. The production capacity reaches 1–2 tons of sugarcane per day, producing approximately 1 ton of brown sugar daily, and involves local labor in cultivation and processing activities. Marketing is conducted through direct sales and local distributors, with prices ranging from IDR 8,000–10,000 per kilogram, without the use of digital promotion or modern retail channels. From an environmental perspective, the production process generates solid, liquid, and gaseous waste; however, solid waste in the form of bagasse is reused as fuel, while liquid waste and combustion residues are only partially managed. These findings indicate that while the enterprise contributes to employment and the local rural economy, improvements in production efficiency, marketing strategies, and environmental management are required to enhance competitiveness and sustainability. This study provides practical insights for the development of sustainable household-scale sugarcane brown sugar agroindustries in rural areas.

References

Andriani, S., Susanti, R. (2023). Pemasaran Digital bagi UMKM di Era Disrupsi Teknologi. Bandung: Alfabeta.

Dirjenbun. (2023). Statistik Perkebunan Indonesia: Komoditas Tebu 2022-2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.

Fadli, R., & Munir, M. (2022). Ekonomi Mikro dalam Konteks Pedesaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Harahap, S., Anwar, M., Syamsuddin, A. (2023). Kearifan lokal dalam pengelolaan agroindustri rumah tangga. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(1), 65–74.

Hidayat, T. (2020). Inovasi strategi pemasaran produk pangan lokal berbasis digital. Jurnal Pemasaran Agribisnis, 8(2), 91–100.

Kotler, P., Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). London : Pearson Education.

Kurniawan, A., Setiawan, I. (2022). Pemberdayaan pelaku usaha mikro berbasis penguatan kelembagaan dan akses teknologi. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(1), 45–55.

Lestari, D., Wibowo, A. (2020). Kandungan nutrisi dan manfaat gula merah sebagai pemanis alami. Jurnal Pangan Tradisional, 6(1), 33–39.

Nugraha, D., Mulyadi, R. (2021). Tren konsumsi pangan sehat di kalangan urban. Jurnal Gizi dan Pangan Sehat, 5(2), 22–29.

Prasetyo, B., Kurniawan, F. (2022). Analisis daya saing produk gula merah lokal di pasar nasional. Jurnal Manajemen Agribisnis, 20(3), 145–158.

Putri, R. A., Nugroho, S. (2021). Pengelolaan limbah pada agroindustri gula merah berbasis ekonomi sirkular. Jurnal Teknologi Lingkungan, 9(2), 101–110.

Putri, R. A., Nugroho, S., Santoso, R. (2024). Inovasi produk sampingan dari limbah gula merah: Peluang bisnis berkelanjutan. Jurnal Agroindustri Kreatif, 3(1), 45–57.

Rahman, A., Santoso, R., Wibowo, H. (2018). Dampak lingkungan dari industri gula merah skala kecil. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 6(2), 78–89.

Rahman, A., Wibowo, H., Kurniawan, D. (2024). Strategi Pengembangan Industri Rumah Tangga Berbasis Komoditas Lokal. Jakarta: Cipta Nusantara.

Rahmatullah, I., Hasan, F., Dewi, N. P. (2021). Upaya pemerintah dalam mencapai swasembada gula nasional. Jurnal Kebijakan Pertanian, 11(1), 12–23.

Rosentrater, K. A., & Evers, W. J. (2018). Food Engineering: Integrated Approaches. USA : Springer.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2010). Economics (19th ed.). USA : McGraw-Hill Education.

Sari, N. A., Putra, D., Lestari, R. (2020). Proses produksi gula merah tradisional dan tantangannya. Jurnal Teknologi Pangan Tradisional, 4(2), 25–35.

Setiawan, D., Ardi, B. (2020). Potensi strategis tanaman tebu dalam pembangunan pertanian. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(3), 199–206.

Surya, M., Yusran, M. (2022). Studi emisi limbah asap dari industri kecil berbahan baku tebu. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 14(1), 56–64.

Tim Penelitian Universitas Hasanuddin. (2023). Kajian Potensi dan Permasalahan Agroindustri Gula Merah di Kabupaten Bone. Makassar: LPPM Unhas.

Utami, N., Rahayu, L. (2021). Peran industri rumah tangga dalam pelestarian budaya lokal. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 41–49.

Wijaya, H., Hartono, D. (2019). Strategi pemasaran produk agroindustri lokal: Studi pada sentra gula merah. Jurnal Ekonomi Agribisnis, 7(3), 177–185.

Yuliana, S. (2019). Gula merah dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga petani. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 9(1), 31–38.

Zulkarnaen, R., Fahmi, H., & Irawan, B. (2023). Peran kebijakan pemerintah dalam mendorong daya saing UMKM berbasis pertanian. Jurnal Kebijakan Ekonomi Pedesaan, 5(1), 50–62.

Downloads

Published

2025-12-20

How to Cite

Andi Anna Maemunah, Ummy Qalsum, Muh.Haidir Hakim, & Aditya Arief Rachmadhan. (2025). Agroindustri Gula Merah Tebu : Analisis Produksi, Pemasaran, dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Pada Usaha Haeruddin di Kabupaten Bone. Jurnal Informasi, Sains Dan Teknologi, 8(2), 472–485. https://doi.org/10.55606/isaintek.v8i2.347